HOME

Featured Post

Rindu Cahaya Islam kembali Membentangi Langit Eropa bahkan Dunia

oleh : Khaura El-Syada    Judul   : 99 Cahaya di Langit Eropa  Penulis : Hanum Salsabiela Rais dan Rangga  Almahera  Penerbi...

  • Read books to travel the world..

    A book is a magical thing that lets you travel to far-away places without ever leaving your chair...

  • Apoteker Muda

    Nothing worth having comes easy. Do more to achieve more...

  • Getting to know My Profession

    Apa itu Apoteker?......

A book

BUKU ADALAH JENDELA DUNIA.

Pernah mendengar statement itu?
Beruntung, hal itu tidak sepenuhnya berlaku di masa sekarang. Kita bisa membuka jendela dunia lewat –Google-. Buku, menjanjikan satu hal.. Bahwa dia tidak bergantung pada kuota data internet.
----

Membaca merupakan hal yang sangat menyenangkan, sejak saya menemukan Novel semasa SMP atau bahkan komik semasa SD. Buku pelajaran, ah itu adalah kewajiban. Pasti saya baca jika ada tugas :D

Well, postingan kali ini ingin menceritakan betapa menyenangkannya membaca. Lupakan virus membaca itu membosankan. Ya, mungkin itu berlaku untuk hal serius semacam artikel, koran atau semua yang berhubungan dengan pelajaran. Mulailah dari hal yang kita sukai..

Pilihlah genre yang disukai.
Jika kamu anak SD, mungkin akan lebih suka komik. Saya yakin komik sekarang ada yang bagus untuk dibaca anak-anak, ada yang kurang bagus. KOMIK-intinya adalah anak lebih suka membaca dengan adanya gambar. Cerita-cerita hikmah berserial layaknya komik bisa jadi pertimbangan. Jika kamu anak SMP, bisa mulai dengan novel-novel remaja, yang sayangnya banyak dihiasi oleh hal-hal berbau cinta. Cinta pada Ayah dan Ibu dan cinta dalam bentuk positif lainnya. Pasti ada hikmah yang bisa diambil setelah membaca. Jika kamu anak SMA atau mungkin mahasiswa, mulai bacalah novel yang diangkat dari kisah nyata, novel yang dalamnya mengandung sejarah atau perkembangan ekonomi dunia. Emang ada? Bisa jadi. Kalau belum ada, mungkin kamu adalah calon yang akan menulisnya :D

Kenapa harus dimulai dari yang disukai? Karena tidak akan ada langkah awal tanpa ada ketertarikan. Biasakan membaca, mulailah dari hal-hal ringan. Maka suatu saat, membaca koran di pagi hari, bisa menjadi suatu keharusan (Tidak semua berita bagus untuk dicerna, bisa jadi itu bukan fakta namun hanya giringan opini pemilik modal. Have a smart brain!)

Membiasakan membaca dari kecil akan menjadi kunci saat dewasa nanti. Jadi melihat buku tidak lagi alergi, namun jadi barang kesukaan.hehe

Membaca buku bisa memberikan banyak manfaat lho. Walaupun itu hanya Novel atau bacaan ringan. Pasti akan ada manfaatnya.

Rindu Cahaya Islam kembali Membentangi Langit Eropa bahkan Dunia

oleh : Khaura El-Syada

  

Judul   : 99 Cahaya di Langit Eropa 

Penulis : Hanum Salsabiela Rais dan Rangga  Almahera 

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama 

Tahun Terbit : Cetakan IX, Agustus 2012 

Tebal  : 392 halaman   


        
Sejarah, bagiku adalah hal paling membosankan untuk dibaca. Sejarah, bagiku adalah ulasan yang datar berurutan waktu yang tidak menarik untuk dipelajari. Namun, akhir-akhir ini aku mulai menyukai sejarah sejak bertemu dengan buku ‘Muhammad’ karangan Martin Lings atau Muhammad Al-Fatih karangan Felix Siauw. Bahkan kali ini aku terpukau dengan bacaan sejarah, sebuah jejak sejarah Islam di Eropa yang dikemas apik dalam sebuah cerita. Karangan seorang putri dari salah satu tokoh nasional di Indonesia yakni Hanum Salsabiela Rais ditemani Rangga Almahendra, pasangan hidupnya.

“Eropa tidak hanya sekedar Eiffel, Colosseum, Tembok Berlin, atau San Siro. Tapi lebih dari itu, Eropa adalah sejuta misteri peradaban Islam.”

            Buku ini lebih mirip dengan catatan harian atau lebih tepatnya catatan perjalanan Hanum di Eropa. Dimulai dari sebuah perkenalan dengan sebatang coklat dengan muslimah Turki, bernama Fatma, muslimah yang menginspirasi Hanum berkeliling menuju Paris dan Cordoba. Fatma, dia sosok muslimah yang memiliki pengetahuan luas tanpa harus mengenyam pendidikan formal yang berlapis-lapis, dia sosok muslimah yang meneladani sesama dan menyadarkan sesama bahwa setiap muslim harus bisa menjadi agen muslim terbaik apalagi di Eropa, tempat dimana muslim sangat minoritas di sini. Dari Fatma-lah, Hanum mengetahui bahwa cappucino kesukaannya bukanlah berasal dari Italia, melainkan berasal dari Turki yang tertinggal ketika ekspansi di bukit kahlenberg. Fatma dan Hanum, saudara yang terikat erat oleh akidah, berjanji akan menyusuri Eropa, melihat tempat-tempat bersejarah yang meninggalkan jejak bahwa Islam pernah membentangkan cahayanya di Eropa. Janji itu seolah diamini oleh Malaikat, walaupun terealisasi tanpa ada Fatma di sampingnya.
            Lagi, ada sebuah hal yang tak terduga akan ditemui di Eropa. Natalie Deewan yang memahami tentang konsep ikhlas, memberi dan menerima, menerapkan konsepnya dalam sebuah restoran dengan slogan All You Can Eat, Pay as You Wish. Seluruh konsep bisnis dan Ekonomi luluh lantak tak tebukti melihat restoran Natalie yang bertahan dan sukses. Perintah Islam tidak akan pernah menyengsarakan umatnya, itu yang aku fahami saat mengetahui fakta ini.

Puisi : Miss World ‘Kemungkaran yang wajib ditolak’

by : Khaura El-Syada

Dunia ini GILA, berpijak pada poros keserakahan manusia
Segala yang indah ternyata nanah yang berbalut emas
Segala kebusukan terbungkus apik oleh kain sutera
Pesona zaman pun sudah berubah menjadi hal yang sangat menjijikkan

Bagaimana TIDAK?
Perhiasan dunia yang paling berharga telah jatuh terjerembap dalam kubangan penuh hina
Tak lebih berharga dari secuil sampah

Masihkah harus kuuraikan siapa dia?
Perhiasan dunia itu adalah dirimu, aku, kita, mereka dan jutaan bahkan miliaran perempuan lainnya
Perempuan, sosok pemegang kunci generasi peradaban
Dia, sosok mulia nan lembut seantero jagad raya
Dia, sosok menawan yang termakan oleh tipu daya duniawi

Lihatlah,
Dia berusaha anggun dengan segala balutan kain minim
Dia ingin terhormat dengan mengobral aurat
Dia ingin dipuji dengan memakai bikini
Seolah ribuan tangan boleh membelainya
Pesona fatamorgana telah jadi pujian menjijikkan
Dunia ini benar-benar GILA

-----
Aku tertunduk malu pada Pencipta bumi dan langit
Dia ciptakan aku dengan keindahan nan menawan
Dia ciptakan aku dengan pesona yang mampu tundukkan seluruh kaum adam

Aku takut pada Pembeda siang dan malam
Dia telah berikan segala keistimewaan
Dia telah menyediakan etalase aturan tuk jaga kemuliaan

Keindahan ini bukan untuk dinikmati oleh keserakahan duniawi
Pesona ini bukan diskon bisnis di kaki lima yang diperebutkan lelaki

CUKUP !!!
Andai itu aku...
Aku tak sanggup berpijak jika martabatku terinjak
Aku tak sanggup menjadi kunci peradaban jika harga diriku terabaikan
Hentikan semua pesona fatamorgana yang menjijikkan itu !
Hentikan segala kemungkaran ini..

Wahai muslimah...
Sosok perempuan elok karena akhlaq yang terjaga
Sosok perempuan mempesona karena takwa
Buatlah aku, dirimu bahkan miliaran perempuan lainnya tak malu bertemu Dia Yang Maha Segala ~

Belajar tentang keputusan..

Hidup adalah pilihan..

Ah ini mah sudah semboyan basi, iya nggak?
sering banget didenger, sering banget ditulis, sering banget dibaca...
tapi jarang disadari bahwa tiga kata itu bermakna begitu dalam..

Selama masih menginjakkan kaki di bumi, selama masih mampu untuk bernafas, selama itulah periode kita dalam memilih...
Yang mana kematian adalah penutup dari segala pilihan-pilihan.

Selama itu pula, akan bertemu dengan banyak sekali pilihan, lalu berbagai pilihan lantas menjadi sebuah keputusan,  keputusan itu bukan perbandingan 50 : 50 dari pilihan A dan pilihan B. Melainkan keputusan itu adalah saat ada perbandingan 51 : 49. Keputusan itu adalah suatu porsi terberat dari banyaknya pilihan yang berbeda.

Menulis ini bukan berarti aku telah mengerti banyak tentang keputusan, namun aku selalu belajar untuk memilih dan menetapkan banyak hal.
Pernah suatu waktu aku bertengkar hebat dengan seorang teman dekat, hanya karena sebuah pilihan. Namun kejadian itu sudah lama sekali.

Suatu waktu, aku pernah dihadapkan dengan dua pilihan, dua pilihan yang berat. Sebenarnya bukan hal berat, namun susah sekali saat itu untuk memutuskan.
Pilihan pertama adalah tentang sebuah amanah dan kedua adalah sebuah ajang kebersamaan yang tidak bisa lagi dirasakan di lain waktu.
Dan lagi, kedua kalinya aku mengalami satu keadaan yang sama, namun aku tetap bingung. Sampai aku menyadari suatu hal, baru saja.

Setiap orang punya perspektif yang berbeda terhadap suatu hal, jadi ketika meminta pertimbangan kepada orang lain untuk memutuskan, bisa jadi jawaban pilihan yang diterima berbeda. semakin bingung kan?

Pada saat pertama, aku memilih ingin ikut merasakan bahagianya sebuah kebersamaan. Ada seseorang yang menganggap bahwa point ini abaikan saja, kebersamaan itu bukan hal yang penting. Prioritaskan saja amanah, kebersamaan bisa dirasakan di lain kesempatan.

Ada hal yang janggal, siapa bilang kebersamaan bukan point penting, lihatlah satu lidi akan cepat sekali patah dibandingkan dengan kumpulan lidi. Lihatlah, alam juga berkata lain, kumpulan angsa terbang bersama dengan formasi V ternyata bisa menambah daya ambang sekitar 70 % bagi setiap angsa, hingga mereka lebih mudah untuk terbang bersama dibandingkan sendirian.
Kebersamaan juga adalah hal yang sangat penting bagi sebuah keluarga. Lantas, masih bisakah mengesampingkan kebersamaan? "tanyaku saat itu"

Sebuah Catatan...

Hidup itu penuh perubahan, iya nggak?
dari pas bayi sampek kita sekarang, dari saat jadi MABA yang masih kupu-kupu sekarang menjadi Mahasiswa kura-kura alias kuliah rapat - kuliah rapat...

Awal mengenal lingkungan kampus masih beradaptasi, menengok kanan kiri, melihat situasi sampai akhirnya terdampar menjadi Mahasiswa yang cupu, kemudian ikut-ikutan daftar organisasi di kampus, awal ketemu sama yang namanya HMJ atau BEM. Galau, bingung mengambil keputusan mau ikut yang mana ya? ahh, namanya juga hidup, pasti penuh pilihan.
Ada kata seorang senior ketika pertama kali bingung memilih mau ikut yang skup kecil di HMJ atau sekalian yang besar di fakultas, dia punya kata-kata yang bagus, yang saat itu aku pegang.
"Dua-duanya bagus, dua-duanya bisa dipilih. Namun, tak bisakah menjadi seorang yang ingin ikut aktif memajukan yang skup kecil? skup yang lebih membutuhkanmu mungkin. Namun, keputusan ada di tanganmu" (Bahasa sudah di-edit)

Akhirnya ketemu calon ketua BEM yang awalnya ragu mau ikut support, lalu menilik misi, menilik niat, akhirnya klik ikutan. Awalnya merangkak, awalnya mulai berdiri, berjalan lalu coba berlari. Ingin buktikan bahwa baru berpartisipasi bukan tak tau apa-apa.
Pada awalnya tak ada target. Kerjaannya ngangguk aja dimasukin ke sana, oh mungkin ini yang cocok. Pada awalnya hanya berlabel "sekedar ikutan", berlabel "ah, pengen tau dunia organisasi di kampus". cupu banget ya?

Seiring waktu berjalan, sadar bahwa harus ada tujuan yang ingin dicapai. karena ternyata banyak hal yang harus dikorbankan. Waktu, tenaga, pikiran, dana, dan mungkin bahkan perkara hati. Awalnya hanya faham secara teori bahwa pengorbanan itu hanya konsekuensi, tapi ternyata aplikasinya seperti menginjak duri, sakit terkadang, lelah, frustasi, rasanya waktu itu hanya 24 jam sehari dan terlalu banyak sekali hal yang harus dikerjakan karena beban akademik yang besar.

Saat itulah aku memandangi wajah mereka, wajah kita, luar biasa pengorbanan ini, dan banyak sekali pembelajaran yang didapat.

Aku mulai mengerti bahwa komunikasi itu hal yang sepele tapi bisa membawa petaka dalam sebuah hubungan bersama.
Aku mengerti bahwa hebat itu bukan hanya saat acara terselesaikan dengan baik tapi bagaimana cara kita menyiapkan acara yang baik.
Aku mengerti bahwa wibawa tak selamanya menyelesaikan masalah kepemimpinan karena juga dibutuhkan wawasan luas.
Aku mengerti bahwa ketika alasan kebersamaan kita adalah hanya untuk penyelesaian proker-proker maka semua kebersamaan ini usai ketika proker itupun usai.
Aku mengerti bahwa teori mengkritisi sebuah kepemimpinan itu lebih mudah daripada menjadi pemimpin.
Aku mengerti bahwa ketika amanah telah dipegang, maka peganglah lunas sampai batas tuntas. Tak ada kata mundur, tak ada berhenti, yang ada hanyalah maju sampai titik habis semangat yang makin terkikis di perjalanan.
Aku mengerti bahwa ego yang tinggi dalam berorganisasi akan menjadi sebuah masalah yang tak terselesaikan, hingga benar-benar membutuhkan personal yang bijak memanajemen dirinya sendiri.
Aku mengerti bahwa semuanya menjadi hambar ketika hanya ada perintah tanpa ada tauladan.
Banyak sekali, andai terdokumentasikan dengan baik, pelajaran-pelajaran ini mungkin akan menajdi sebuah buku kehidupan yang tebal. *edisi lebay* :)

Aku mengerti bahwa wajah-wajah ini adalah wajah-wajah luar biasa.

Saat itu sadar bahwa, mereka orang-orang terpilih. Yang memilih hidupnya dipusingkan dengan urusan orang lain, disibukkan dengan urusan yang menyangkut banyak orang. Maka sangat sayang ketika ego masih menjadi alasan, sayang ketika alasan personal masih jadi hambatan, sayang ketika targetnya adalah hanya untuk perkembangan personal diri, dan sangat sekali disayangkan saat semua pilihan ini bukan karenaNya dan bahkan sangat disayangkan ketika semua yang dilakukan bukan karena perintahNya.

Masa-masa itu sebuah puzzle mozaik yang melengkapi cerita kehidupan. Seneng, susah, sedih, ketawa, menangis, rasanya aneh kalo diingat-ingat dan mungkin senyum-senyum sendiri. haha
Pelajaran-pelejaran berharga, kisah-kisah tak terlupa, semoga semuanya menjadi bekal menghadapi hal-hal ke depan, seperti sekarang.

Kini langkah itu tetap dilanjutkan, saat memilih untuk tetap berada pada posisi yang sama walau dengan tempat yang berbeda. Aku punya bekal, bekal yang sudah diberikan oleh keluarga besar yang semoga sampai sekarang kita masih satu rasa, satu cita. Berpindah bukan berarti lupa dengan visi dulu yang ingin dicapai di skup kecil, semoga dengan berpindah bisa menjadi representasi yang baik, bisa membantu menggapai cita.
Awalnya ragu, karena tak ada lagi kalian. Ragu karena lagi-lagi harus beradaptasi, tapi kalian sudah pernah mengajarkan bagaimana harus merangkak, berdiri, berjalan dan berlari pada waktu singkat. Hingga kini, bukan lagi hal yang susah, semoga. Tapi semua keluarga punya ciri khas, bukan?
Dan sekarang pun keluarga baru yang telah terbentuk juga memiliki ciri khas.

Hari ini, tempat duduknya sudah berubah. Orang-orangnya juga sudah berganti, ada perasaan aneh melihat keluarga baru, dengan wajah penuh janji masa depan.
Semuanya pasti akan melewati masalah, semuanya akan mengalami pasang surut, semuanya tidak akan berjalan mulus seperti jalan tol. Tapi itulah inti ceritanya.

Di sela kemudahan yang Dia berikan, Dia sisipkan kesulitan untuk ujian keimanan. Dan di sela kesulitan yang didapatkan, Dia sisipkan kemudahan sebagai jawaban doa yang dipanjatkan.

Langkah-langkah yang pernah dilalui semoga bisa menjadi memori yang indah namun keluarga besar yang telah dibentuk semoga tetap terpatri, tak ada sungkan dan enggan dalam keluarga walau tak lagi bersama, bukankah itu ending cerita ini? : D

Semoga segala coretan langkah ke depan menjadi lebih baik dari yang pernah didapatkan sekarang.
Kalaulah aku ini seorang kakek, yang mempunyai pesan untuk generasi selanjutnya, mungkin kira-kira isinya seperti ini:
Wajah kalian menjanjikan masa depan walau tanpa ucapan janji, buah itu tumbuh dari pilihan akar yang baik di masa silam, maka pilihlah akar-akar terbaik sekarang untuk mendapatkan buah yang lebih baik di masa yang akan datang dengan ridhoNya. ^_^

Kalaulah tulisan ini lebay, mohon dimaklumi. hehe
Kalaulah tulisan ini tak jauh beda sama kertas lusuh, maka diperkenankan untuk membuang di tempat sampah bukan di sembarang tempat
Dan Kalaulah tulisan ini bermanfaat, semoga manfaatnya tak sekedar di alam mimpi namun menjadi sebuah realisasi.

Salam,
Khaura El-Syada